OKULASI DAN PENYAMBUNGAN

Diposkan oleh Kuja Nextprogeneratiaon on Monday, March 11, 2013

OKULASI DAN PENYAMBUNGAN


           Perbanyakan secara vegetatif adalah cara perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti batang, cabang, ranting, pucuk daun, umbi, dan akar, untuk menghasilkan tanaman baru yang sama dengan induknya. Prinsipnya adalah merangsang tunas adventif yang ada di bagian-bagian tersebut agar berkembang menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang dan daun sekaligus.

         Salah satu diantara perkembangbiakan tanaman secara vegetatif adalah dengan Okulasi atau yang disebut juga dengan menempel. Bagian tanaman yang diokulasi adalah mata tunas yang sedang dorman atau kulit batang beserta sedikit kayunya.

         Tujuan utama Okulasi adalah mendapatkan jenis tanaman baru dengan sifat yang menguntungkan seperti tahan penyakit serta keunggulan-keunggulan sifat yang dimiliki oleh suatu tanaman. Sedangkan untuk tunas yang ditempelkan harus merupakan tunas yang produktif atau kualitas yang tinggi. Bentuk Okulasi yang sering dilakukan oleh para pengelola kebun untuk memperbanyak tanamannya terdiri dari beberapa bentuk, anatara lain :
  • Bentuk T biasa
  • Bentuk T terbalik
  • Bentuk Lekat / Jendela
  • Bentuk Forker / Lidah



           Prinsip dari Okulasi adalah melekatkan kambium suatu jenis tanaman dengan jenis tanaman lain agar berpadu satu dan hidup. Okulasi sebaiknya dilakukan di awal musim hujan, karena pada saat ini kambium dapat mempertahankan diri tidak segera menjadi kering, demikian pula dengan mata tunas yang ditempelkan. Sedangkan pada musim kemarau, mata tunas yang dikerat harus segera ditempelkan ke batang yang sebelumnya sudah dibuat pada pola keratannya.

           Untuk Okulasi yang dilakukan pada batang bawah, biasanya dipilih dari jenis tanaman varietas lokal yang sudah berumur sekitar 1 tahun, dan yang memiiki pertumbuhan baik, sehat serta memiliki kulit batang yang mudah dikelupas.

       Salah satu cara perbanyakan secara vegetatif adalah Penyambungan. Prinsip dasar dalam Penyambungan adalah menyambung batang bawah dengan batang atas dari tanaman lain yang sejenis, sehingga akan diperoleh tanaman baru yang sifatnya lebih unggul. Dalam proses Penyambungan harus diperhatikan tanaman yang akan disambungkan, harus diketahui batang yang baik untuk batang bawah dan batang atas. Batang bawah berasal dari tanaman yang mempunyai sifat-sifat perakaan yang baik, antara lain : tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tahan terhadap sifat-sifat tanah serta keadaan air tanah tertentu yang buruk, dan sebagainya. Sedangkan batang atas diambil dari tanaman yang mempunyai sifat-sifat hasil yang diinginkan.

         Penyambungan ada dua macam yaitu Grafting dan Budding. Grafting adalah penyatuan antara batang (sepotong cabang dengan dua atau tiga mata tunas vegetatif) dengan batang yang terpisah atau dengan bagian pangkal akar yang terpisah untuk tumbuh bersama-sama membentuk satu individu baru. Sedangkan Budding adalah bentuk Grafting yang khas karena hanya satu tunas (Budding) digunakan sebagai batang atas dan disisipkan di bawah kulit dari batang bawah. Budding lebih dikenal dengan okulasi atau penempelan.


           Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Okulasi dan Penyambungan adalah Keberhasilannya, ciri-ciri keberhasilannya adalah :
  • Mata tunas akan tumbuh setelah beberapa hari
  • Perisai tetap segar (tidak busuk)
  • Setelah beberapa hari dikerik menggunakan kuku terlihat masih hijau
  • Sambungan tidak layu dan bahkan tumbuh tunas
  • Setelah beberapa hari terlihat callus (kulit yang tebal dan keras) pada luka penyambungan
          Pekerjaan seperti Okulasi dan Penyambungan ini memerlukan ketekunan, kesabaran, ketelitian, kehati-hatian, kecepatan, ketepatan, dan keberhasilan. Proses Okulasi dan Penyambungan ini sebaiknya dilakukan di pagi hari sebelum pukul 10:00 WIB atau sore setelah pukul 15:00 WIB.

            Alat-alat yang digunakan dalam Okulasi dan Penyambungan juga harus Steril, seperti pisau sayat, dan gunting pemotong semua harus steril, kemudian untuk pengikatan lakukan dengan tepat ( tanpa celah rongga-rongga udara ) tidak terlalu kencang dan juga tiak terlalu longgar.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment