TEKSTUR TANAH

Diposkan oleh Kuja Nextprogeneratiaon on Tuesday, February 26, 2013


TEKSTUR TANAH

Landasan Teori

            Tekstur tanah adalah kehalusan atau kekasaran bahan tanah pada perabaaan berkenaan dengan perbandingan berat antar fraksi tanah. Jadi, tekstur adalah ungkapan agihan besar zarah tanah atau proporsi  nisbi fraksi tanah (Notohadiprawiro, 2000).

Tekstur tanah penting untuk diketahui, karena komposisi ketiga fraksi butir-butir tanah tersebut akan menentukan sifat-sifat fisika, fisika-kimia dan kimia tanah. Sebagai contoh besarnya lapangan pertukaran dari ion-ion di dalam tanah amat ditentukan oleh tekstur tanah.
            Bahan-bahan tanah yang halus dapat dibedakan menjadi :
1.      Pasir                : 2mm- 0,05mm
2.      Debu               : 0,05mm-0,002mm
3.      Lempung         : <0,002mm
(Hardjowigeno, 1987)

Tekstur tanah penting kita ketahui, oleh karena komposisi ketiga fraksi butir-butir tanah tersebut akan menentukan sifat-sifat fisika, fisika-kimia dan kimia tanah. Sebagai contoh besarnya lapangan pertukaran dari ion-ion di dalam tanah amat ditentukan oleh tekstur tanah. Jika beberapa contoh tanah ditetapkan dan dianalisis, maka hasilnya selalu memperlihatkan bahwa tanah itu mengandung partikel-pertikel yang beraneka ragam ukurannya, ada yang berukuran koloid, sangat halus, kasar dan sangat kasar (Bale, 1986).

Partikel pasir ukurannya jauh lebih besar dan memiliki luas permukaan yang kecil(dengan berat yang sama) dibandingkan dengan partikel debu atau liat. Karena luas permukaan pasir adalah kecil, maka peranannya dalam ikut mengatur sifat-sifat kimia kimia tanah kecil sekali. Tetapi pasir mempunyai ukuran yang besar maka fungsi utamanya adalah sebagai penyokong tanah dimana sekelilingnya terdapat partikel liat / lempung dan debu yang lebih aktif. Jika semakin tinggi prosentase pasir didalam tanah, semakin banyak ruang pori-pori diantara partikel-partikel tanah, sehingga dapat memperlancar gerakan udara dan air.

Luas permukaan debu jauh lebih besar dari luas permukaan pasir per gram-nya. Tingkat pelapukan debu dan pembebasan unsur-unsur hara untuk diserap didalam akar lebih besar daripada pasir. Partikel debu terasa licin sebagai tepung (powder) dan kurang melekat. Tanah-tanah yang mengandung debu yang tinggi dapat memegang air tersedia untuk tanaman.

Fraksi liat memperlihatkan luas permukaan yang luas / besar. Di dalam tanah molekul-molekul air mengelilingi partikel-partikel liat / lempung berbentuk selaput tipis, sehingga jumlah lempung dalam tanah akan menentukan kapasitas memegang air tanah. Permukaan lempung dapat mengabsorpsi sejumlah unsure-unsur hara dalam tanah.
Perbandingan antara ketiga fraksi itu menentukan jenis tanah pokok yaitu :
1.      Tanah pasir, apabila fraksi pasirnya sekitar 85%
2.      Tanah lanau-liat berpasir, apabila fraksi liatnya sekitar 7-27%, debu sekitar 28-50%, dan pasir 52%
3.      Tanah berdebu apabila, fraksi debunya sekitar 80% sedang fraksi liatnya kurang dari 12%
4.      Tanah liat dapat dikatakan bahwa perbandingan antara ketiga fraksinya hampir sama.
(Sutedjo & Kartasapoetra, 1991)


Tekstur  tanah regosol adalah pasir sampai lempung berdebu, tanah latosol liat, tanah mediteran lempung sampai liat, tanah grumusol lempung berliat sampai liat, tanah andosol debu, lempung berdebu sampai lempung (Bale, 1996) dan tanah rendzina adalah liat (Wirjodihardjo, 1963) 
Tekstur tanah mempunyai hubungan erat dengan konsistensi dan stuktur tanah. Selain itu tekstur tanah sangat berguna dalam menjelaskan perkembangan tanah misalnya eluviasi dan illuviasi (Agus et.al, 2008).



Daftar Pustaka


Agus, Cahyono, Dewi Wulan Sari, Daryono Prehaten. 2008. Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah. Laboratorium Tanah Hutan. Jurusan Budidaya Hutan. Fakultas Kehutanan. UGM, Jogjakarta.
Bale, Anwar.1996.Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah.Fakultas Kehutanan.Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta.
Hardjowigeno, Sarwono. 1987. Ilmu Tanah. PT. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.
Notohadiprawiro, Tejoyuwono. 2000. Tanah dan Lingkungan. Pusat Studi Sumber
           Daya Lahan. UGM, Jogjakarta.
Sutedjo, Mul Mulyani & A.G. Kartasapoetra. 1991. Pengantar Ilmu Tanah. Rineka
           Cipta, Jakarta.
Wirjodihardjo, M.Wisaksono, Tan Kim Hong. 1963. Ilmu Tanah Jilid III Tanah, Pembentukannya, Susunannya, dan Pembagiannya. Yasaguna, Jakarta.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment