BAHAN ORGANIK TANAH

Diposkan oleh Kuja Nextprogeneratiaon on Tuesday, February 26, 2013

Pengertian bahan organik mencakup organisme hidup dan mati dari flora dan fauna tanah serta akar tumbuhan hidup dan mati. Bahan organik tersusun atas bahan-bahan yang sangat beraneka rupa zat yang ada dalam jaringan tumbuhan dan hewan semula, sisa organik yang sedang menjalani perombakan, hasil metabolisme mikroorganisme yang menggunakan sisa organik sebagai sumber energi, hasil sintesis mikrobia berupa plasma sel dan zat-zat humus, dan sederet panjang derivat zat-zat tersebut yang mencakup kesudahan kegiatan mikrobia. Dinamika bahan organik ditentukan oleh pemasukan sisa nabati dan hewani secara sinambung dan pengalihragamannya secara sinambung pula oleh faktor biolagi sebagai penindak utama dan sampai batas tertentu juga oleh faktor-faktor kimia dan fisik ( Notohadiprawiro, 2000 ).

Laju dekomposisi bahan organik ditentukan oleh faktor dakhil bahan organiknya sendiri dan faktor luar (lingkungan). Faktor 1ingkungan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan metabolisme jasad renik pengurai. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh ialah suhu, kelembaban, pH, dan potensial redoks. Faktor dakhil ialah susunan kimia bahan organik. Bahan organik yang banyak mengandung selulosa, hemiselulosa, dan senyawa-senyawa larut air lebih mudah terombak. Sedangkan bahan organik yang banyak mengandung lignin lebih sulit terombak.

Kononova (1966) dan Schinitzer (1978) membagi bahan organik tanah dua kelompok yaitu bahan humik dan bahan bukan humik. Bahan humik meliputi fraksi asam humat, asam fulfat dan humin. Sedangkan bahan bukan humik meliputi senyawa-senyawa organik seperti karbohidrat, asam amino, peptide, lemak, lilin, lignin, asam nukleat dan protein ( Agus et.al, 2008 ).

Bahan organik tanah menjalankan berbagai fungsi penting. Ia mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan melalui daya pengaruhnya atas sifat fisik, kimia, dan hayati tanah. Bahan organik tanah (BOT) memajukan kebaikan struktur dan konsistensi tanah, serta mempunyai kapasitas pengikatan hara maupun air yang tinggi. Dengan demikian bahan organik tanah memperbaiki keterolahan, aerasi, permaebilitas, dan daya tanah menyimpan air.

Bahan organik tanah regosol bergantung pada bahan induknya yaitu abu vulkan, mergel atau napal dan pasir pantai. Akan tetapi biasanya tanah regosol miskin hydrogen. Kandungan unsur hara tanah latosol pada umumnya rendah sampai sedang. Kandungan bahan organic tanah mediteran umumnya rendah sampai sangat rendah. Pada horizon A atau lapisan tanah atas mengandung paling tinggi 3 persen. Kandungan bahan organik lapisan tanah atas tanah grumusol pada umumnya rendah, yaitu 1-3,5 persen. Kandungan unsure hara tanah andosol adalah sedang sampai tinggi, yaitu antar 11-20 persen   ( Bale,1996 ).

Pembahasan

Pada praktikum kali ini yang berjudul bahan organik tanah kita dapat menentukan kadar organik dalam tanah dengan 2 metode yaitu metode selidik cepat dan metode pembakaran. Bahan organik sendiri adalah hasil-hasil peruraian tubuh bekas jasad hidup (tumbuhan dan binatang) sehingga menunjukkan perbedaan dalam ukuran, bangun, komposisi, dan watak fisiokimiawi dari aslinya yang telah menyatu dengan zarah-zarah penyusun tanah lainnya. Pemasok bahan organik adalah tumbuhan dan binatang. Seresah dan bangkai hewan yang berada di atas dan di dalam tubuh tanah akan segera diserang oleh binatang pencacah dan jasad renik pengurai yang menjadikan sumber energy.

Kedua metode penentuan kadar bahan organik tanah tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada metode selidik cepat kelebihannya waktu yang diperlukan lebih cepat dan hanya memerlukan alat dan bahan yang sedikit Metode ini tidak memakan banyak waktu sehingga kadar bahan organik dapat diketahui dalam tempo yang singkat. Kekurangannya adalah tingkat keakuratan yang sangat lemah karena hanya ditentukan dengan subyektif oleh peneliti dari terlihat ada buinya atau tidak. Sedangkan pada metode pembakaran keuntungannya adalah keakuratan penelitian yang lebih tinggi karena menggunakan hitung-hitungan yang secara matematis, tetapi waktu yang dibutuhkan lebih lama dan kurang praktis.

Pada penelitian ini menggunakan 6 contoh tanah yaitu tanah gambut, tanah grumusol, tanah latosol, tanah mediteran, tanah regosol, tanah rendzina. Setelah dilakukan penelitian maka didapatkan hasil tanah grumusol mempunyai kadar bahan organik 6,25%. Dalam teorinya grumusol adalah tanah yang memiliki kadar liat lebih dari 30 % yang bersifat mengembang dan mengerut. Bila musim kemarau tanah akan retak dan keras dan jika basah tanah akan mengembang dan lengket.bila dibandingkan dengan cara selidik cepat, grumusol mengandung bahan organik yang  banyak ( + ), pada referensi tanah ini umumnya memiliki kandungan humus yang rendah sampai sangat rendah,mungkin pada praktikum menunjukkan bahwa tanah (sample) ini kebetulan mengandung bahan organik yang cukup banyak.

Pada tanah Latosol bahan organic bahan organik pada selidik cepat tidak ada ( - ). Sedangkan pada cara pembakaran 12%. Pada referensi jenis tanah latosol memiliki kandungan bahan organic yang cukup banyak sekitar 3-9%. Latosol merupakan tanah dengan kadar liat lebih dari 60 %, remah sampai gumpal, gembur. Kejenuhan basa kurang dari 50 %. Sehingga hasil yang diperoleh pada penelitian hampir sama dengan teori. Tetapi pada selidik cepat tidak ada bahan organiknya hal itu dimiungkinkan penelitian ataupun pengindraan praktikan kurang tepat, karena pada metode selidik cepat hasil yang diperoleh sangat subyektif.

Pada penelitian tanah gambut memiliki bahan organik yang sangat tinggi yaitu 28,57% tetapi pada selidik cepat hanya sedikit (+). Hal ini sesuai karena menurut teori tanah gambut memiliki BO yang tinggi karena terjadi penumpukan zat-zat yang sulit terurai karena adanya air sebagai pembatas bekerjanya mikroorganisme. Tetapi pada selidik cepat kurang tepet karena pengindraan praktikan yang kurang tepat.

Pada tanah mediteran banyak (++) BO nya, tetapi pada pembakaran Cuma 4%, Menurut dasar teori kandungan bahan organik maksimal tanah mediteran adalah 3% hal ini menunjukkan bahwa praktikum pada tanah mediteran tepat. Pada tanah regosol kandungannya 8% dan pada tanah rendzina 16%,hal ini sesuai teori. Dari percobaan dapat diketahui bahwa metode selidik cepat kurang tepat. Dari hasil pengamatan juga diketahui bahwa setiap jenis tanah mempunyai kandungan bahan organik yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

a. Iklim
    Bahan Organik cenderung meningkat dari iklim lebih dingin ke tempat yang beriklim tropis. Pada umumny
    a dekomposisi berjalan baik di tempat yang panas.

b. Tekstur Tanah
     Tekstur Tanah mempengaruhi persentase humus dan nitrogen dalam tanah. Hal ini terkait dengan kemamp
     uan mikroorganisme menguraikan sisa jasad mahkluk hidup pada masing-masing tekstur dan ruang yang t
     ersedia bagi humus.

c.  Topografi
     Topografi mempengaruhi jenis veggetasi dan organisme yang hidup diantaranya sehingga berpengaruh jug
     a terhadap Bahan Organik yang terkandung dalam tanah.

d.  Vegetasi
      Vegetasi yang ada di atas tanah merupakan penyumbang Bahan Organik tanah melalui seresah-seresah y
      ang dihasilkannya.

Kesimpulan

1. Metode penentuan Bahan Organik sebaiknya menggunakan metode Pembakaran karena lebih akurat.
2. Setiap tanah memiliki kadar Bahan Organik yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh Iklim, Topografi,
    Vegetasi, dan Tekstur Tanah.
3. Urutan jenis tanah dari yang mempunyai kandungan Bahan Organik tinggi ke rendah, menurut metode Pe
    mbakaran adalah, Tanah Gambut, Tanah Redzina, Tanah Latosol, Tanah Regosol, Tanah Grumosol, dan       Tanah Mediteran.
4. Kondisi Kesuburan Tanah pada :
    a. Redzina    : Sangat Subur
    b. Regosol    : Subur
    c. Grumusol  : Cukup Subur
    d. Mediteran : Kesuburan rendah





Daftar Pustaka

Agus, C, Dewi W dan Daryono P.2008.Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah Hutan.Laboratorium Tanah Hutan, Jurusan Budidaya Hutan.Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta.
Bale, Anwar.1996.Petunjuk Praktikum Ilmu Tanah.Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta.
Notohadiprawito, Tejoyuwono.2000.Tanah dan Lingkungan.Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.


{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment